Manfaat Bermain Bagi Anak Usia Dini Dalam Perkembangan Berdasarkan Elizabeth B.Hurlock ( Pgpaud )

- Bermain ialah acara yang sangat sering dilakukan bagi anak usia dini. Kegiatan bermain sanggup dilakukan dalam pereorangan maupun kelompok. Jenis Permainan, jumlah akseptor bahkan lamanya waktu yang dilokasikan untuk daerah bermain anak , bergantung pada cita-cita serta kesepatakan oleh para akseptor bermain. Begitu akrabnya acara bermain bagi anak usia dini dengan kehidupan seharinya sehingga kerap dianggap sebagai acara biasa saja dan tidak ada yang istimewa.
 Bermain ialah acara yang sangat sering dilakukan bagi anak usia dini Manfaat Bermain Bagi Anak Usia Dini Dalam Perkembangan Menurut Elizabeth B.Hurlock ( PGPAUD )

Bermain ialah acara yang dilakukan semata-mata untuk mengakibatkan kesenangan bagi anak. Hal ini seirama dengan pendapat piaget yang menjelaskan bahwa bermain terdiri atas jawaban yang diulang untuk kesenangan fungsional. Pengertian ini membedakan dari bermain dan bekerja, yang harus mempunyai tujuan tertentu dan tidak harus mengakibatkan kesenangan hati. Saat ini sekolah telah mengakui manfaat bermain bagi anak usia dini yang bersifat edukatif bagi perkembangan para akseptor didik. Hal ini terlihat dari pencakupan acara dari permainan , olahraga , drama , seni dan sebagainya dalam kurikulum pendidikan anak usia dini.

Sesungguhnya dari bermain memberi manfaat yang besar bagi perkembangan anak. Seperti pendapat dari pakar perkembangan anak seperti, Elizabeth B. Hurlock. Dia menuliskan dalam buku Child Development, setidaknya ada 8 manfaat dari acara bermain bagi anak usia dini diantaranya, yaitu:

1. Perkembangan fisik 

Arti dan Manfaat Bermain Bagi Anak Usia Dini Ketika seorang anak sedang bermain, contohnya bermain dengan permainan tradisional "gobak sodor" atau galah asin, maka akan timbul terjadinya koordinasi gerakan otot, terutama otot-otot tungkai dan otot-otot gerakan bola mata merek. Sehingga otot-otot ini Makara terlatih dan berkembang dengan baik. Selain itu, bermain juga berfungsi untuk menyalurkan energi yang berlebihan pada anak, bila terus terpendam akan menciptakan anak menjadi tegang, gelisah dan gampang tersinggung.

2. Penyaluran bagi energi emosional yang terpendam 

Manfaat bermain bagi anak yang kedua yakni menyalurkan energi emosional yang terpendam. Sering terjadi, seorang anak berhadapan dengan kenyataan-kenyataan yang tidak menyenangkan, termasuk pembatasan dari lingkungan atas sikap mereka, yang secara tidak sadar akan mengakibatkan ketegangan dalam dirinya. Dari Ketegangan ini berkurang ketika anak bermain. Aturan-aturan ketat yang mesti harus berada di rumah, contohnya jadwal berguru anak, sering kali menciptakan anak merasa terkekang dan gelisah. Dan Jika tidak ada komunikasi yang baik antara anak dan orang tua, maka kondisi ini akan terus membebani sang anak. Makara Para orang bau tanah sanggup memperbaiki kondisi ini dengan terus membangun komunikasi yang terbuka dengan anak-anak, mendengarkan keluhan-keluhan mereka, bukan menceramahi dan mengekangnya

Selain itu, anak perlu diberikan kesempatan cukup untuk beristirahat pada waktu yang telah ditentukan bersama. Sebab kita telah mengetahui bahwa terlalu mengekang anak, sama buruknya dengan memperlihatkan kebebasan yang tanpa batas. Melalui bermain anak menyalurkan beban emosionalnya dengan secara menyenangkan. Lalu Mereka sanggup menyebarkan dongeng dengan teman-teman bermainnya.

3. Dorongan berkomunikasi 

Seorang anak mempunyai kesempatan berlatih berkomunikasi melalui sebuah permainan dan teman. Mereka berguru meluapkan ide-ide serta memperlihatkan pemahaman pada teman-teman sepermainannya wacana hukum dan teknis permainan yang akan dilakukan disekolah tersebut. Dengan permainan sanggup berlangsung menurut kesepakatan-kesepakatan yang dibentuk para peserta, melalui daru penyampaian pesan yang efektif dan dimengerti antar akseptor bermain.

4. Penyaluran bagi kebutuhan dan keinginan 

Ada banyak keingingan dan kebutuhan anak yang tidak sanggup dipenuhi , namun sering kali bisa diwujudkan melalui acara bermain. Seorang anak bisa menjadi siapapun yang ia inginkan ketika bermain dengan temannya. Ia bisa mewujudkan keinginannya menjadi seorang dokter, tentara maupun seorang pemimpin pasukan perang.

5. Sumber belajar 

Melalui bermain, anak sanggup mempelajari banyak hal, yang tidak selalu mereka peroleh di institusi pendidikan formal. Mereka akan berguru wacana arti bekerja sama, sportivitas, menyenangkannya sebuah kemenangan maupun kesedihan ketika mengalami sebuah kekalahan.

Semakin bermacam-macam media permainan serta banyaknya variasi acara bermain, kian semakin bertambah pengetahuan dan pengalaman gres yang mereka terima. Hal ini sanggup difasilitasi oleh para orang bau tanah dengan memasukkan unsur pengetahuan terkenal dalam permainan anak. Bermain sambil berguru akan memperlihatkan dua manfaat sekaligus pada anak usia dini, yaitu kesenangan serta kecintaan dari ilmu pengetahuan semenjak dini.

6. Rangsangan bagi kreativitas 

Saat bawah umur bermain, mereka mencicipi adanya kejenuhan ataupun rasa yang bosan. Pada dikala menyerupai inilah mereka biasanya mencoba melaksanakan sebuah variasi permainan dalam bermain. Di sini mereka berguru untuk mengembangkan kreativitas dan imajinasinya. Ide impulsif yang dikemukakan oleh seorang anak, dan kalau kemudian diterima oleh sahabat sepermainannya, dan akan mengakibatkan adanya rasa penghargaan diri dari lingkungan serta menjadi motivasi munculnya ide-ide kreatif lainnya. Permainan pun akan kembali terasa menyenagkan bila si anak terus mengembangkan ide-idenya.

7. Perkembangan wawasan diri 

Dari bermain, seorang anak sanggup mengetahui kemampuan teman-teman sepermainannya, kemudian membandingkannya dengan kemampuan yang mereka miliki. Hal ini memungkinkan terbangunnya konsep diri yang lebih jelas. Mereka akan berusaha meningkatkan kemampuannya, kalau ternyata ia jauh tertinggal dibandingkan teman-teman sepermainannya. Nah Hal ini menjadi faktor pendorong yang sehat dalam pengembangan diri seorang anak.

8. Belajar bersosialisasi 

Bersosialisasi dengan teman-teman merupakan hal penting yang perlu dilakukan oleh anak usia dini. Kegiatan bermain menjadikan prosesnya bersosialisai tersebut terbangun dengan cara yang masuk akal dan yang menyenangkan. Tidak jarang timbul beberapa masalah ketika dikala bawah umur bermain. Mereka berguru untuk menghadapi dan memecahkan masalah dilema yang timbul dalam sebuah permainan secara bersama-sama.


Demikian uraian berkaitan dengan arti bermain bagi anak usia dini dan beberapa manfaat bermain yang saya share. Pada pada dasarnya dunia anak tidak sanggup dipisahkan dari bermain, sehingga proses pembelajarannya yang sesuai ialah bermain sambil berguru yaitu di sekolahkan di pendidikan usia dini. Terimakasih

0 Response to "Manfaat Bermain Bagi Anak Usia Dini Dalam Perkembangan Berdasarkan Elizabeth B.Hurlock ( Pgpaud )"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel