5+ Cara Menenangkan Anak Yang Menjerit

Yang namanya belum dewasa seringkali melaksanakan hal-hal absurd yang merepotkan orang tuanya.

Jika hal-hal absurd yang dilakukan anak (misalnya menjerit) hanya sesekali saja, ini masih normal/wajar.

 Umumnya anak menjerit lantaran ingin memberikan sesuatu 6 Cara Menenangkan Anak yang Menjerit
Anak Menjerit | Photo credit: Dreamstime.com | Ferenc Jeges-varga

Umumnya anak menjerit lantaran ingin memberikan sesuatu, orang renta harus peka/memahami hal ini.

Anda ingin anak memberikan keinginannya tanpa perlu menjerit, hanya saja yang namanya belum dewasa belum sanggup mengerti.

Nah, berikut upaya untuk menenangkan anak yang menjerit:

1. Orang Tua Jangan Terpancing

Pertama-tama, orang renta jangan hingga ikut terpancing dengan teriakan anak. Walaupun anak marah-marah, orang renta hendaknya tetap berbicara pada anak dengan tenang.

Jika orang renta ikut berteriak maka jeritan anak akan semakin menjadi-jadi. Berikan respon dengan ucapan lembut secara terus menerus, hal ini efektif untuk menenangkan anak sedikit demi sedikit.

2. Tetap Tenang, Sekaligus Mendiamkan Anak

Saat anak terus-terusan menjerit maka Anda perlu mendiamkannya, apalagi jikalau anak menjerit di tengah umum sehingga menganggu orang-orang di sekitar.

Mintalah anak untuk membisu tapi Anda bicaranya harus lembut. Mendiamkan anak dengan cara emosi (marah-marah) tidak ada gunanya.

3. Cari Tahu Apa yang Diinginkan Anak

Anak menangis mungkin lantaran mengalami rasa sakit, atau lantaran menginginkan sesuatu.

Umumnya anak menangis/menjerit lantaran suatu sebab. Anda perlu mencari tahu mengapa anak menyerupai itu.

Kesalahan banyak orang renta yaitu terburu-buru memarahi anak yang menangis, padahal belum mencari tahu penyebab anak menangis.


4. Berikan Pemahaman

Anak perlu dipahamkan bahwa menjerit bukanlah cara untuk mendapat perhatian. Pahamkan anak juga bahwa di kawasan umum dihentikan berteriak lantaran mengganggu orang lain.

Ketika ada waktu senggang maka berikan anak ihwal pemahaman ini, lama-lama anak akan mengerti.

Seringkali anak suka menjerit lantaran merasa kurang disayang/diperhatikan. Nah, Anda sebagai orang renta harus menciptakan anak merasa disayangi orang tuanya.

Setelah anak benar-benar paham bahwa menjerit yaitu hal yang kurang baik, terkadang anak tetap saja menjerit lantaran sesuatu. Jika anak hanya sesekali menjerit, maka ini masih wajar.

Selain itu, walaupun menjerit mengganggu sekitar, tapi dalam beberapa kondisi menjerit perlu dilakukan.

Misalnya dikala anak memperoleh perlakuan tidak senonoh oleh orang asing maka harus berteriak/menjerit dikala itu.

5. Jika Anak Tidak Berhenti Juga Menjerit, Segera Bawa Pergi Anak

Ini menyangkut dengan kenyamanan orang sekitar yang terganggu oleh jeritan anak Anda. Bawa anak Anda pergi dari situ.

Anda juga sanggup mengalihkan perhatiannya, lantaran rentang perhatian anak pendek maka Anda sanggup dengan gampang mengalihkan perhatiannya, contohnya dengan memperlihatkan mainan, camilan, hingga memperlihatkan sesuatu atau hal-hal yang membuatnya lupa dari rasa marahnya.

Anak yang “hobi” berteriak sanggup Anda ajak ke alam terbuka, kawasan bermain anak-anak, kawasan mandi bola, dll. Di kawasan tersebut anak sanggup berteriak dan bersenang-senang, untuk melampiskan “hobinya” tersebut.

6. Reward

Berikan penghargaan untuk anak jikalau dirinya berperilaku baik, berikan hadiah-hadiah yang berkesan untuknya. Sehingga anak semakin termotivasi untuk berprilaku baik.

Tidak hanya ihwal sikap baik menyerupai tidak berteriak, hal baik apapun yang dilakukan anak maka hendaknya diberikan reward. Jika anak beribadah dengan baik maka pujilah atau juga berikan hadiah berupa kue/es krim kesukaannya.

Dengan begitu, anak akan sanggup memahami cara yang benar untuk mendapat perhatian dan kasih sayang orang tuanya.

Terima kasih banyak telah mengunjungi blog KlikPengetahuan.web.id kami. Beri tahu saya jika ada yang ingin Anda tanyakan mengenai "5+ Cara Menenangkan Anak Yang Menjerit" melalui komentar dibawah.

0 Response to "5+ Cara Menenangkan Anak Yang Menjerit"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel